Categories
Uncategorized

Menganal Sawo Kecik , Flora Identitias Kabupaten Bantul

Sawo Kecik memiliki nama ilmiah Manilkara Kauki. Tanaman ini asli ke India dan ditemukan di Burma, Indocina, Thailand, Semenanjung Malaysia, sebagian besar Indonesia, Papua Nugini dan timur laut Australia.

MENGENAL SAWO KECIK, FLORA IDENTITAS KABUPATEN BANTUL

Keco sawo tumbuh di dataran rendah. Itu dapat hidup dari pantai kering ke daerah sekitar 500 meter di atas permukaan laut. Di Yogyakarta tersebar luas di seluruh wilayah.

Itu menjadi flora identitas Kabupaten Bantul berdasarkan Keputusan Bupati Bantul No. 578 / B / Kepis / BTR / 1998.

Seperti namanya, tanaman ini menghasilkan buah-buahan milik keluarga Sawo-Sawoan atau Sapotaceae. Buahnya lonjong, berkulit halus dan berwarna cokelat. Kulit hitam sangat tipis dan mudah dikupas. Sementara rasa buahnya manis dan terkadang agak kencang.

Pohon Sapodilla dapat tumbuh hingga diameter 100 cm dengan ketinggian pohon hingga 25 meter. Sedangkan daunnya dikelompokkan pada ujung batang dengan panjang 7 mm.

Menurut filsafat Jawa, sawo kecik melambangkan “sarwo becik” atau apa artinya “semua baik”. Sawo Kecik memegang posisi yang sama dengan kerajaan Banyan, Gayam dan Asam Jawa di Kerajaan Mataram, seperti Keraton Yogyakarta dan Keraton Surakarta.

Sawo Kecik memiliki hubungan dekat dengan masyarakat Jawa melalui berbagai acara, termasuk:

Sawo Kecik pertama kali digunakan sebagai kode setelah Perang Diponegoro. Setelah penangkapan Diponegoro, para pengikutnya berserakan. Agar tetap bisa dikenali, mereka menanam Sapodilla Kecik di kebun mereka sebagai tanda bahwa mereka adalah pengikut Diponegoro.

Kedua, pohon Sapodilla di belakang istana digunakan sebagai titik pertemuan rahasia bagi para pejuang selama Revolusi Kemerdekaan. Para pejuang menyamar sebagai abdi dalem dan berkumpul di bawah pohon sawo.

Ketiga, ada mitos di kalangan orang Jawa bahwa berkokok di pohon sawo dekat rumah adalah pertanda bahwa sebuah keluarga akan mati. Adakah yang pernah mengalaminya?

Selain signifikansi filosofisnya, pohon sawo memiliki banyak keuntungan bagi kehidupan kita, termasuk:

Karena jenis pohonnya yang hijau dan menenangkan, pohon ini sering digunakan sebagai tanaman pelindung di sekitar bangunan. Batang ini kemudian sering digunakan untuk membuat kerisware, bahan bangunan, alat atau perabot rumah tangga, alat pertukangan dan banyak benda seni karena cukup kuat.

Kandungan buah sawo juga sangat membantu kesehatan, seperti vitamin, mineral, protein, serat, karbohidrat, zat besi, antioksidan, dan zat-zat baik lainnya. Jadi jangan heran jika buah sawo sering digunakan di dunia kesehatan atau kecantikan.

Sawo Kecik juga dikenal sebagai Sawo Java. Dalam bahasa Inggris disebut Caqui dan Manilkara, di India disebut Khirni dan di Thailand disebut Lamut Sida atau Tamut Thai. Dalam bahasa Latin disebut Manilkara Kauki. Karakteristik pohon pohon sawo ini dapat mencapai 25 m dan berdiameter hingga 100 cm.

Kecik Sapodilla meninggalkan tandan di ujung batang. Di bawah permukaan daun keputihan keperakan atau keperakan dan halus seperti beludru. Tangkai daun tidak menebal, panjang kelopaknya sekitar 7 mm.

Tunas cokelat berbentuk telur. Buah sawo berbentuk telur atau berbentuk kunci dan berukuran sekitar 3,5 hingga 3,7 cm. Buahnya memiliki kulit tipis, ketika matang rasanya manis.

Filosofi sawo kecik, sering diidentikkan dengan sarwo becik (serba baik). Diharapkan bahwa mereka yang menanam dan memiliki tanaman ini di rumah mereka akan selalu menerima kebaikan kebaikan.

Buah pohon ini sangat populer di kalangan para putri istana. Karena buah sawo adalah wewangian alami untuk sang putri istana.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *