Categories
Uncategorized

Wisata Di Masjid Agung Al-Muhsinin, Wisata Religi DiSumatera Barat

Dari daerah mana pun, atau bahkan di kota besar, ia tentu memiliki landmark atau bangunan unik yang sering menjadi salah satu ciri khas kota tersebut. Salah satunya di Sumatera Barat. Ada bangunan yang menarik dan merupakan kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Sumatera Barat.

Wisata Di Masjid Agung Al-Muhsinin, Wisata Religi DiSumatera Barat

Bangunannya adalah masjid yang sangat megah dan juga terlihat sangat kokoh. Masjid itu disebut Masjid Agung Al-Muhsinin. Tepat di jalan dari Datuak Perpatih Nan Sabatang, Desa Aro IV Korong, Lubuk Sikarah, Kota Solok, Sumatera Barat. Bangunan Masjid Agung Al-Muhsinin adalah salah satu masjid terbesar dan termegah di kota Solok.

Peresmian masjid yang megah ini bertepatan dengan peringatan ke-41 Kota Solok untuk mempromosikan kebanggaan kota dalam memiliki masjid.

Masjid Agung Al-Muhsinin sangat megah. Kami sangat bangga atas perhatian dan kerja sama pemerintah dan orang-orang di Kota Solok yang dengan cepat membangun kembali masjid ini, katanya.

Gubernur Sumatera Barat, Irwan Prayitno, mengatakan Masjid Agung Al-Muhsinin di Kota Solok adalah salah satu masjid terbesar di Sumatera Barat. Ukuran masjid ini hampir sesuai dengan keagungan Masjid Agung Sumatra Barat, yang saat ini sedang dibangun oleh Pemerintah Provinsi Sumatera Barat.

Zul Elfian, wakil walikota Solok dan ketua pembangunan Masjid Al-Muhsinin, mengatakan Masjid Agung dibangun pada tahun 1984, yang didanai oleh Yayasan Muslim Bhakti dan pertama kali digunakan pada tahun 1987. Jual Kubah Masjid Enamel

Karena gempa bumi di daerah ini, bangunan masjid hancur pada bulan Maret 2007 dan runtuh dan harus dibangun kembali.

Rekonstruksi masjid dimulai pada Agustus 2009, ketika Kota Solams masih dikelola oleh Syamsu Rahim. Proses pembangunan memakan waktu 28 bulan dan menelan biaya lebih dari 35 miliar rupee, yang berasal dari kontribusi pemerintah untuk anggaran daerah, masyarakat, dan lainnya.

Masjid Agung Al-Muhsinin telah menjadi bangunan yang cukup besar dan terlihat sangat megah, tidak heran jika kegiatan keagamaan skala regional pernah terjadi di sini. Misalnya, pertunjukan Tabligh Akbar dan berbagai pertemuan ziarah di seluruh Indonesia. Namun, pembangunan masjid ini dimulai pada tahun 1984.

Dana pembangunan juga berasal dari sumbangan dari Yayasan Muslim Bhakti. Setelah fase konstruksi selesai, Masjid Agung Al-Muhsinin digunakan untuk pertama kalinya pada tahun 1987. Sayangnya, masjid tersebut mengalami kecelakaan, gempa bumi yang menyebabkan kerusakan serius hingga dinyatakan runtuh di semua bangunan.

Yang terburuk adalah hasil dari gempa bumi Maret 2007. Kemudian, pada 20 Agustus 2009, Masjid Agung Al-Muhsinin dibangun kembali oleh Gubernur Syamsul Rahim.

Pembangunan masjid membutuhkan setidaknya 28 bulan. Apa yang terjadi setelah Masjid al-Muhsinin Agung ketika ketiak dinyatakan lengkap dan diresmikan pada tanggal 14 Desember 2011 oleh Wakil Menteri Republik Indonesia, yang saat itu adalah Nasaruddin Umar. Peresmian masjid juga memperingati ulang tahun ke-41 Kota Solok.

Sekitar 36,63 miliar rupiah dihabiskan untuk pembangunan masjid. Jumlah tersebut merupakan perincian dana APBD sebesar 35,45 miliar rupiah plus dana dalam bentuk informasi dari jamaah dan masyarakat Kota Solok, yang berjumlah 1,18 miliar rupiah. Meskipun mereka menghabiskan sedikit uang, dana akhirnya menghasilkan bangunan masjid yang sangat besar dan besar dan menjadi pusat ibadah umat Islam di kota Solok. Di bangunan utama, bagian masjid setidaknya terdiri dari dua lantai dengan denah yang berukuran antara 50 × 50 meter.

Karena ukurannya saja, Masjid Agung Al-Muhsinin dapat menampung setidaknya 5.000 orang percaya. Rincian apa yang Anda dapatkan dari 2.000 orang percaya, yang cukup di ruang utama di lantai pertama dan kedua untuk menampung hingga 1.700 orang percaya. Sedangkan sisanya bisa ditampung di tempat parkir. Kali ini, Masjid Agung Al-Muhsinin menjadi bangunan masjid terbesar yang berdiri megah di pusat kota Solok, Sumatera Barat.

Masjid ini tidak memiliki pilar atau pilar, yang biasanya di tengah dan menopang atap. Jadi rasanya sangat luas. Setidaknya hanya ada empat sisi tembok yang berfungsi sebagai pembatas dan sekaligus membawa atap masjid ini.

Kesenjangan angin di empat sisi Masjid Al Muhsinin Agung di Kota Solok telah mengembangkan sirkulasi udara di sekitar masjid dengan sangat baik, sehingga Anda mungkin tidak dapat merasakan saat panas atau ketika cuaca panas meskipun tidak dengan AC atau lainnya. Suplemen yaitu kipas terpasang. Di bagian di mana imam sengaja tidak dibangun tanpa dinding untuk menggambarkan bahwa setiap makhluk yang melakukan shalat benar-benar menghadap Tuhan.

Kubah besar bisa dilihat di bangunan utama masjid. Kubah dibangun dalam dua tumpukan sehingga atap masjid terlihat seperti atap ubin. Seperti gaya di atap masjid tradisional yang khas Indonesia. Ada juga kubah dengan masing-masing empat kubah, yang masing-masing ukurannya jauh lebih kecil dari kubah utama. Keempat bangunan kubah berada di setiap arah di setiap bangunan Masjid Agung Al-Muhsinin.

Ada juga empat menara di sekitar kubah utama, menara yang menjulang di empat sudut masing-masing masjid. Semua menara memiliki warna emas, warna yang sama dengan cincin kubah. Tidak hanya kubah utama di atas masjid, tetapi ada juga kubah kecil yang menyertai di atas setiap beranda masjid.

Ruang utama di masjid juga sangat didominasi oleh cat putih dan ada banyak jendela, masing-masing berukuran kecil, semuanya terletak di atap masjid atau jendela besar dan di sekitar masjid. Dengan jendela-jendela ini, masjid terlihat sangat cerah di siang hari. Dengan atap yang tinggi Anda juga bisa memberi kesan masjid yang sangat teduh.

Selain itu, ukuran masjid ini juga terlihat dari empat menara yang menjulang tinggi di setiap sudut bangunan. Ketinggian masjid mencapai 40 meter.

Dilihat dari desainnya, menara Masjid Al-Muhsinin Agung didominasi oleh bentuk-bentuk geometris yang sesuai dengan bentuk-bentuk geometris di bangunan utama masjid.

Selain itu, kubah masjid terlihat sangat mencolok karena memiliki warna yang menarik yaitu kuning dan hijau. Ketika memasuki masjid ini, kemegahannya menjadi semakin terlihat, karena dilengkapi dengan ornamen menari. Masjid Agung Al-Muhsinin penuh dengan jamaah dan pengunjung setidaknya hampir setiap hari, baik di lokasi maupun di luar kota. Peziarah datang terutama pada hari Jumat dan bulan suci Ramadhan dan Hari Raya.

Selain masjid ini, sangat unik dan juga hebat, juga memiliki fungsi artistik yang juga memiliki fungsi ventilasi di setiap lubang. 

Ketika malam hari tiba, maka anda akan menyaksikan sebuah pancaran sinar lampu dari masjid Agung Al Muhsinin ini yang akan menyala dengan sangat terang, sinar lampu ini mampu menerobos celah ventilasi, sehingga dari luar tampak seperti masjid yang memancarkan cahaya dalam bentuk tauhid. Benar-benar hebat.

Setiap hari, masjid ini dikunjungi tidak hanya oleh orang-orang di sekitar Bandung, tetapi juga dari seluruh kepulauan. Faktanya, ribuan orang dari berbagai negara seperti Malaysia, Singapura, Timur Tengah, Belanda, Australia, dan beberapa negara Eropa lainnya siap melangkah jauh untuk melihat keunikan dan desain futuristik dari Masjid Agung Al-Muhsinin di Kota Solok Lihat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *